Punya Uang 100 Ribu Rupiah, Pilih Beli Saham atau Beli Buku tentang Investasi Saham?
Ini adalah pertanyaan yang saya ajukan sendiri (dan saya DM ke beberapa akun Instagram yang bahas soal investasi saham tapi ga ada yang respon 😅). Seandainya saya punya uang Rp100.000, lebih baik saya pakai untuk investasi saham atau beli buku tentang investasi saham? Kondisi saya saat ini tidak memiliki ilmu maupun pengalaman soal saham. Lantas, mana pilihan yang paling tepat?
Saat saya berkunjung ke Gramedia, cukup banyak buku-buku tentang saham yang bertebaran. Harganya, ya.. kurang lebih 100 ribuan. Dengan membeli buku yang cukup bagus dan berhasil saya baca sampai habis, maka di akhir hari saya akan mempunya dasar ilmu tentang saham tapi tidak memiliki dana untuk investasi saham. Ketika 100 ribu berikutnya datang, mungkin saya sudah tidak ingat dengan isi bukunya.
Jadi, apakah langsung dipakai untuk beli saham? Dengan 100 ribu, saya sudah bisa membeli saham. Ya, tentu dengan harga per lembar dan lot (1 lot = 100 lembar) yang menyesuaikan dana saya. Di akhir hari, mungkin uang 100 ribu saya akan bertambah nilainya dari saat saya beli saham karena fluktuasi harganya. Besoknya, mungkin bertambah lagi atau bahkan berkurang. Atau malah berkurang terus sampai nilainya hanya tinggal 50 ribu karena saya tidak melakukan analisis apapun tentang saham yang saya beli.
Kedua pilihan tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi, saya menemukan jalan tengah. Uang 100 ribu itu dapat digunakan untuk mendaftar di Sekolah Pasar Modal dari Bursa Efek Indonesia. Tersedia kelas online juga untuk calon investor seperti saya yang tidak bisa hadir di kelas tatap muka. Selain mendapat ilmu tentang saham, uang 100 ribu tersebut bisa digunakan untuk membeli saham.
Kalau kamu, apa yang akan kamu lakukan dengan uang Rp100.000?
Saat saya berkunjung ke Gramedia, cukup banyak buku-buku tentang saham yang bertebaran. Harganya, ya.. kurang lebih 100 ribuan. Dengan membeli buku yang cukup bagus dan berhasil saya baca sampai habis, maka di akhir hari saya akan mempunya dasar ilmu tentang saham tapi tidak memiliki dana untuk investasi saham. Ketika 100 ribu berikutnya datang, mungkin saya sudah tidak ingat dengan isi bukunya.
Jadi, apakah langsung dipakai untuk beli saham? Dengan 100 ribu, saya sudah bisa membeli saham. Ya, tentu dengan harga per lembar dan lot (1 lot = 100 lembar) yang menyesuaikan dana saya. Di akhir hari, mungkin uang 100 ribu saya akan bertambah nilainya dari saat saya beli saham karena fluktuasi harganya. Besoknya, mungkin bertambah lagi atau bahkan berkurang. Atau malah berkurang terus sampai nilainya hanya tinggal 50 ribu karena saya tidak melakukan analisis apapun tentang saham yang saya beli.
Kedua pilihan tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi, saya menemukan jalan tengah. Uang 100 ribu itu dapat digunakan untuk mendaftar di Sekolah Pasar Modal dari Bursa Efek Indonesia. Tersedia kelas online juga untuk calon investor seperti saya yang tidak bisa hadir di kelas tatap muka. Selain mendapat ilmu tentang saham, uang 100 ribu tersebut bisa digunakan untuk membeli saham.
Kalau kamu, apa yang akan kamu lakukan dengan uang Rp100.000?

Pilihan yang bijak dapat ilmu dapat saham..
BalasHapuskalau uang cmn Rp. 100rb mending dipakai beli kuota aja mas, trus belajar saham langsung di internet. hehe. Trus pas dapat Rp. 100rb lagi, langsung terjun di saham aj langsung. Tapi kalau masih takut2, mending pilih reksadana aja.
BalasHapus