Kopi dan Segala Kepuitisannya

Saat saya membuat kopi atau bertamu dan disuguhkan kopi kemudian meminumnya, sering saya dikomentari:

"Minum kopi atau minum air putih?"

Gaya minum kopi saya yang sekali teguk langsung habis mungkin terlihat seperti orang kehausan dan meneguk segelas air dingin segar. Beda dengan sebagian orang yang suka menyeduh kopi panas-panas lalu menyeruputnya sedikit-sedikit, saya lebih suka kopi yang hangat lalu saya minum sekaligus. Yum.

Saya bukan penggemar kopi "beneran." Kopi saya, ya.. kopi yang bisa dicari di warung kecil. Mungkin wanginya tipis, rasanya terlalu manis, tapi selama bisa memenuhi kebutuhan kafein untuk otak kecil saya ini, bagi saya sudah cukup.

Kopi bagi saya bukan pemberi sentuhan masam dan getir yang memanjakan indra pengecap. Kopi juga bukan pemasok aroma lembut yang disukai indra penciuman.

Kopi bagi saya adalah sekawanan kafein penghalang adenosin sang pembuat kantuk.

Kopi.. wujud pemuitisan sains.
Photo by rawpixel.com from Pexels

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What? It's 2019 already?